Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Minggu, 25 Desember 2011

Akhlak Penyayang


Orang muslim itu penyayang, dan kasih sayang adalah salah satu akhlaknya. Sebab sumber kasih sayang ialah jiwa yang bening dan hati yang bersih. Dalam mengerjakan kebaikan, mengerjakan amal shalih, menjauhi keburukan dan menghindari kerusakan. Orang muslim selalu berada dalam keadaan hati yang bersih dan jiwa yang baik. Barangsiapa keadaannya seperti itu, maka sifat kasih sayang tidak berpisah dengan hatinya.
Oleh karena itu, orang muslim menyukai sifat kasih sayang. Memberikannya, menasehati orang dengannya dan mengajak orang kepadanya. Karena dalil berikut :
Firman Allah SWT.
“Dan mereka termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka adalah golongan kanan.” (QS. Al-Balad : 17)
Karena ia ingin mengamalkan sabda Rasulullah SAW.
“Sesungguhnya Allah hanya menyayangi hamba-Nya yang penyayang.” (Diriwayatkan Al-Bukhari)
“Sayangilah oleh kalian siapa saja yang ada di bumi, nisacaya siapa saja yang ada di langit.”  (Diriwayatkan Ath-Thabrani dan Al-Hakim dengan sanad shahih)
“Kasih sayang tidak dicabut, kecuali dari orang yang celaka.”
“Perumpamaan kaum muslimin dalam cinta, kasih sayang dan kedekatan mereka seperti satu badan. Jika salah satu dari anggota badan sakit, maka seluruh anggota badan tidak bisa tidur dan sakit demam.” (Diriwayatkan Muslim)
Asal muasal  kasih sayang ialah hati yang tipis (Sensitif) dan kelembutan jiwa yang membuat orang bersangkutan memaafkan orang lain dan berbuat baik kepadanya. Hanya saja, kasih sayang itu tidak selamanya sekedar kelembutan jiwa yang tidak mempunyai bukti di luar. Namun kelembutan tersebut mempunyai bukti eksternal dan fenomena yang terlihat di dunia nyata. Di antara bukti sifat kasih sayang ialah memaafkan kesalahan orang lain, menolong orang yang mendapat musibah, membantu orang lemah, memberi makan orang lapar, memberi pakaian orang telanjang, mengobati orang sakit. Dan menghibur orang sedih.


Semua ini dan contoh lain adalah bukti kasih sayang.
Wallahu 'alam bishowaf mohon kritikan apabila terdapat kekeliruan

Jumat, 23 Desember 2011

Tauhid


Arti kata tauhid adalah meng-Esakan, berasal dari kata Wahid artinya Esa, satu/tunggal, yang dimaksud meng-Esakan, yaitu meng-Esakan Dzat, Sifat, Asma dan Af'al-Nya. Jalan yang ditempuh untuk ini adalah dengan mempelajari suatu ilmu yang disebut ilmu tauhid. Dasarnya adalah Al-Qur'an dan Hadits, serta perenungan dan pemikiran terhadap alam semesta, dengan tujuan untuk mengisi hati, dengan keyakinan atas adanya Allah SWT. Yang maha Esa, Dzat-Nya, Asma-Nya, Sifat-Nya, dan Af'al-Nya. Hal ini merupakan aqidah/pegangan hati. Yang tidak mudah dipengaruhi oleh Zhan, Syak dan wahm. Iman kepada Allah SWT merupakan modal pertama, mewujudkan iman kepada rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, para malaikat dan hari mahsyar. Qadar baik dan buruk, datang dari Allah SWT. untuk pembinaan iman, setiap muslim dan muslimah. Diwajibkan untuk mempelajari sifat Tuhan secara Tafsily disertai dalil aqly dan naqly. Kewajiban mempelajari sifat Tuhan dituntut oleh Syara' bagi setiap orang yang telah aqil baligh. Karena, hal ini adalah dasar melaksanakan syari'at selanjutnya. Ilmu tauhid juga menjadi pembawa yang baik untuk memiliki sifat mahmudah. Sifat yang terpuji, secara murni disebut akhlaqul karimah atau budi pekerti yang mulia. Untuk inilah Nabi Muhammad SAW. Diutus sesuai dengan apa yang di ucapkan beliau. "Aku diutus Tuhan, adalah semata-mata untuk menyempurnakan Akhlak Mulia."
Wallahu 'alam bishowaf mohon kritikan apabila terdapat kekeliruan

Kamis, 01 Desember 2011

Al-Fatihah


  • Surah Al Fatihah adalah surah yang paling agung dalam Al-Qur'an, Abu Sa'id bin Mu'alla berkata : "Pada suatu hari, aku sedang shalat di masjid.Selesai, shalat aku dipanggil Rasulullah SAW. Kemudian, Rasulullah SAW. Pun bersabda 'Aku akan mengajarkanmu sebuah surah yang teragung di dalam Al Qur'an, sebelum engkau keluar dari masjid.' Aku bertanya 'Surah apakah itu, wahai Rasulullah?' Rasulullah SAW. Kembali bersabda 'Ia adalah surah segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam. Ia adalah tujuh ayat yang diulang dalam setiap rakaat dan Al Qur'an yang agung diberikan ke padaku.' "  (HR. Bukhari, Abu Dawud, Dan Nasa'i)
  • Surah yang paling utama di dalam Al Qur'an. Abu Hurairah meriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW. Bersabda "Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin adalah umm Al Qur'an, Al 'Azhim, Ash Shalat, Asy Syifa dan Ar Ruqyah." (HR Tirmidzi)
  • Surah yang di dalamnya termaktub munajat antara hamba dan Allah SWT. Abu Hurairah mengatakan bahsa suatu saat Rasulullah SAW bersabda. "Allah telah berfirman, 'Aku telah membagi kandungan makna surah Al Fatihah untuk-ku dan hamba-Ku menjadi dua bagian dan aku akan mengabulkan apa yang hambaku pinta' Apabila dia membaca 'Segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam' Allah akan membalasnya dengan berfirman 'Hamba-ku telah memuji-Ku' Apabila dia membaca 'Dzat yang maha pengasih lagi maha penyayang' Allah akan berfirman 'Hamba-Ku telah memuji-Ku' Apabila dia membaca 'Yang menguasai hari pembalasan' Allah berfirman 'Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku' lalu Allah berfirman sekali lagi 'Hamba-Ku telah memasrahkan urusannya kepada-Ku' apabila dia membaca 'Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan' Allah berfirman 'Ini adalah urusan antara Aku dan hamba-Ku dan aku akan mengabulkan apa yang hamba-Ku pinta' Apabila dia membaca 'Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang telah kau beri nikmat (Iman) kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan orang yang sesat.' Allah berfirman 'ini adalah untuk hamba-Ku dan dia akan mendapatkan apa yang dia pinta'." (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i dan Ibnu Majjah)
  • Surah Al Fatihah berarti pembuka, surah ini mempunyai beberapa nama diantaranya Umm Al Qur'an, Al 'Azhim, Ash Shalat, Asy Syifa, Ar Ruqyah dan As Sab'ul Masani. Dinamakan As Sab'ul Masani karena surah ini harus dibaca pada waktu salat, sehingga selalu diulang. Salat yang tidak membaca surah Al Fatihah tidak sah, surah Al Fatihah di awali dengan Basmallah, jika hendak melakukan kebaikan hendaknya membaca Basmallah, agar menjadi ingat kepada Allah. Allah senantiasa melihat dan mengawasi makhluk-Nya. Ketika mengakhiri aktivitas hendaknya membaca Hamdallah, berarti memanjatkan puji dan syukur pada Allah. Allah yang telah memberi pertolongan dan anugrah, kepada semua makhluk-Nya. Allah memberikan kasih-Nya pada setiap makhluk yang ada di muka bumi. Baik Muslim ataupun non-Muslim, manusia atau hewan. Asalkan ia berusaha, ia akan mendapatkan hasilnya. Sebaliknya, sekalipun ia seorang muslim, selama ia bermalas-malasan dan tidak mau berusaha, ia tidak akan mendapat kasih Allah. 
  • Wallahu 'alam bishowaf mohon kritikan apabila terdapat kekeliruan