Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 13 September 2011

Pasukan Gajah


       Abrahah adalah gubernur Yaman untuk kerajaan Habasyah (Etiopia). Abrahah membangun pusat pemerintahannya di kota San'a. Pada waktu itu, yang menduduki takhta kerajaan Habasyah adalah Raja Najasyi. Yaman mempunyai letak yang strategis. Oleh karena itu, Yaman menjadi rebutan negara-negara lainnya. Untuk memantapkan kedudukannya, Abrahah mendorong pengembangan agama Kristen di Yaman. Abrahah juga membangun kembali bendungan Ma'rib serta menguasai jalur pedangangan di Hijaz, Kota Makkah merupakan kota yang terletak di jalur perdagangan tersebut, oleh karena itu, Makkah berkembang menjadi pusat perdagangan yang ramai. Selain itu, Makkah mempunyai daya tarik lainnya,yaitu, Ka'bah untuk melakukan pemujaan.Hal itu menambah keramaian kota Makkah, Bahkan, keramaian kota Makkah melebihi kota San'a. Hal itu membuat Abrahah dengki. selanjutnya, Abrahah memiliki rencana untuk membangun         sebuah gereja guna menyaingi Ka'bah. Ia membangun gereja itu dengan megah dan Indah, Gereja itu dihiasi ukir-ukiran yang berciri khas kristen, gereja itu bernama al-Qulles.

 Dengan adanya gerje itu, Abrahah bermaksud menarik perhatian masyarakat di sekitarnya. Dengan demikian, kota San'a akan kembali ramai dalam melebihi kota Makkah.Akan tetapi, harapan Abrahah tidak menjadi kenyataan. Mastarakat tidak ada yang tertarik untuk mengunjungi gereja itu. Mereka tetap mengunjungi Ka'bah. Hal itu membuat kota Makkah tetap lebih ramai dari kota San'a, kenyataan itu membuat Abrahah makin geram, satu-satunya jalan ialah menghancurkan Ka'bah dan memusnahkan kota Makkah. Dengan demikian tidak ada pilihan bagi masyarakat kecuali mengunjungi gereja Al-Qulles. Abrahah kemudian menyiapkan bala tentaranya. Pasukan itu terdiri dari prajuit-prajurit  yang tangguh. Mereka menggunakan gajah untuk mengangkut segala peralatan perangnya, oleh karena itu pasukan ini terkenal dengan sebutan pasukan gajah. Pada awal tahun 571 masehi mereka mulai menuju Makkah. Dalam perjalanannya menuju Makkah, pasukan Abrahah berhenti di desa Mugammas dekat kota Ta'if. Pasukan ini merampas harta benda dan hewan peliharaan masyarakat desa dengan kejam. esampainya di Tihamah, mereka kembali melakukan perampasan. Bahkan, mereka juga merampas 200 ekor unta milik Abdul Muttalib. Abdul Muttalib adalah kakek Nabi Muhammad SAW. Ia juga seorang tokoh yang terkemuka di kalangan suku Quraisy. Abdul Muttalib diberi kepercayaang memegang kunci dan menjaga Ka'bah. Di lain pihak, penduduk Makkah mendapat firasat akan terjadinya suatu perkara besar. Selama beberapa tahun, mata air Zamzam hilang, menjelang peristiwa serangan pasukan Abrahah, Abdul Muttalib menemukan kembali mata air itu dan penduduk Makkah menggalinya kembali. Setelah mengetahui untanya dirampas oleh Abrahah, Abdul Muttalib datang menemui Abrahah dan mengajaknya berunding, Abrahah sedikit heran karena tujuan Abdul Muttalib bukan untuk melarang pasukannya menyerang Ka'bah dan memusnahkan Makkah, Abdul Muttalib hanya menginginkan untanya, Abrahah memberi syarat agar penduduk Makkah menyingkir dan tidak menghalanginya, Benarlah! Abrahah mengembalikan unta-unta Abdul Muttalib dan penduduk Makkah mengungsi ke gunung-gunung sekitar Makkah, ketika pasukan Abrahah sampai didaerah Muzdalifah dan Mina, gajah-gajah itu menderum dan tidak mau berjalan lagi. Pada saat itu, Allah SWT. Mengutus burung Ababil.

 Mereka berterbangan di atas pasukan gajah. Setiap seekor burung membawa 3 butir batu panas dari neraka. Satu di paruhnya dan dua di kakinya. Burung itu kemudian menebarkan batu panas itu. Apabila batu panas itu menimpa seseorang, sendi tulangnya akan hancur & tak lama ia akan mati. Pasukan Gajah itu pun menjadi kacau balau. Mereka lari tunggang langgang tak tentu arah. Abrahah melarikan diri dan pulang ke Yaman. Sampai disana, ia akhirnya mati dikarenakan luka yang ia derita.
Wallahu 'alam bishowaf, mohon kritikan apabila trdapat kekeliruan........

0 komentar:

Posting Komentar