Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 13 September 2011

Pasukan Gajah


       Abrahah adalah gubernur Yaman untuk kerajaan Habasyah (Etiopia). Abrahah membangun pusat pemerintahannya di kota San'a. Pada waktu itu, yang menduduki takhta kerajaan Habasyah adalah Raja Najasyi. Yaman mempunyai letak yang strategis. Oleh karena itu, Yaman menjadi rebutan negara-negara lainnya. Untuk memantapkan kedudukannya, Abrahah mendorong pengembangan agama Kristen di Yaman. Abrahah juga membangun kembali bendungan Ma'rib serta menguasai jalur pedangangan di Hijaz, Kota Makkah merupakan kota yang terletak di jalur perdagangan tersebut, oleh karena itu, Makkah berkembang menjadi pusat perdagangan yang ramai. Selain itu, Makkah mempunyai daya tarik lainnya,yaitu, Ka'bah untuk melakukan pemujaan.Hal itu menambah keramaian kota Makkah, Bahkan, keramaian kota Makkah melebihi kota San'a. Hal itu membuat Abrahah dengki. selanjutnya, Abrahah memiliki rencana untuk membangun         sebuah gereja guna menyaingi Ka'bah. Ia membangun gereja itu dengan megah dan Indah, Gereja itu dihiasi ukir-ukiran yang berciri khas kristen, gereja itu bernama al-Qulles.

 Dengan adanya gerje itu, Abrahah bermaksud menarik perhatian masyarakat di sekitarnya. Dengan demikian, kota San'a akan kembali ramai dalam melebihi kota Makkah.Akan tetapi, harapan Abrahah tidak menjadi kenyataan. Mastarakat tidak ada yang tertarik untuk mengunjungi gereja itu. Mereka tetap mengunjungi Ka'bah. Hal itu membuat kota Makkah tetap lebih ramai dari kota San'a, kenyataan itu membuat Abrahah makin geram, satu-satunya jalan ialah menghancurkan Ka'bah dan memusnahkan kota Makkah. Dengan demikian tidak ada pilihan bagi masyarakat kecuali mengunjungi gereja Al-Qulles. Abrahah kemudian menyiapkan bala tentaranya. Pasukan itu terdiri dari prajuit-prajurit  yang tangguh. Mereka menggunakan gajah untuk mengangkut segala peralatan perangnya, oleh karena itu pasukan ini terkenal dengan sebutan pasukan gajah. Pada awal tahun 571 masehi mereka mulai menuju Makkah. Dalam perjalanannya menuju Makkah, pasukan Abrahah berhenti di desa Mugammas dekat kota Ta'if. Pasukan ini merampas harta benda dan hewan peliharaan masyarakat desa dengan kejam. esampainya di Tihamah, mereka kembali melakukan perampasan. Bahkan, mereka juga merampas 200 ekor unta milik Abdul Muttalib. Abdul Muttalib adalah kakek Nabi Muhammad SAW. Ia juga seorang tokoh yang terkemuka di kalangan suku Quraisy. Abdul Muttalib diberi kepercayaang memegang kunci dan menjaga Ka'bah. Di lain pihak, penduduk Makkah mendapat firasat akan terjadinya suatu perkara besar. Selama beberapa tahun, mata air Zamzam hilang, menjelang peristiwa serangan pasukan Abrahah, Abdul Muttalib menemukan kembali mata air itu dan penduduk Makkah menggalinya kembali. Setelah mengetahui untanya dirampas oleh Abrahah, Abdul Muttalib datang menemui Abrahah dan mengajaknya berunding, Abrahah sedikit heran karena tujuan Abdul Muttalib bukan untuk melarang pasukannya menyerang Ka'bah dan memusnahkan Makkah, Abdul Muttalib hanya menginginkan untanya, Abrahah memberi syarat agar penduduk Makkah menyingkir dan tidak menghalanginya, Benarlah! Abrahah mengembalikan unta-unta Abdul Muttalib dan penduduk Makkah mengungsi ke gunung-gunung sekitar Makkah, ketika pasukan Abrahah sampai didaerah Muzdalifah dan Mina, gajah-gajah itu menderum dan tidak mau berjalan lagi. Pada saat itu, Allah SWT. Mengutus burung Ababil.

 Mereka berterbangan di atas pasukan gajah. Setiap seekor burung membawa 3 butir batu panas dari neraka. Satu di paruhnya dan dua di kakinya. Burung itu kemudian menebarkan batu panas itu. Apabila batu panas itu menimpa seseorang, sendi tulangnya akan hancur & tak lama ia akan mati. Pasukan Gajah itu pun menjadi kacau balau. Mereka lari tunggang langgang tak tentu arah. Abrahah melarikan diri dan pulang ke Yaman. Sampai disana, ia akhirnya mati dikarenakan luka yang ia derita.
Wallahu 'alam bishowaf, mohon kritikan apabila trdapat kekeliruan........

Jumat, 09 September 2011

Hadits tentang amal Shaleh


Dari Abu Hurairah r.a ia brkata. "Rasulullah SAW. brsabda, 'apabila anak adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah Jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendo'akan kedua orang tuanya' ." (H.R Muslim no. 3084)

Dunia adalah sarana bagi kita menuju hidup akhirat yang kekal dan bahagia. Oleh karena itu, Rasulullah SAW. pernah bersabda yang artinya : "Dunia itu sebagai sawah ladang akhirat"Hadits trsebut mengandung maksud bahwa selama di dunia kita harus banyak beramal shaleh, semua amal shaleh yang dilakukan manusia di dunia akan terputus setelah meninggal dunia, kecuali 3 prkara, yaitu, sedekah jariyah, ilmu yang brmanfaat, dan anak shaleh yang mendo'akan orangtuanya.

  • Sedekah Jariyah
sedekah jariyah adalah sedekah yang dapat membawa manfaat bagi banyak orang. Pahala sedekah Jariyah tidak akan terptus meskipun orang yang bersedekah telah meninggal dunia selama sedekah itu masih dimn\anfaatkan. Contoh Sedekah jariyah adalah menginfakkan harta bendanya, misalnya tanah atau bangunan untuk kepentingan umat, membangun sarana ibadah (Masjid), madrasah, membuat jalan, atau jembatan. sedekah tidak harus dalam jumlah banyak, sedekah dilakukan menurut kemampuan masing-masing , sekecil apapun sedekah itu asalkan ikhas. Allah SWT akan memberi balasan (Pahala. Allah SWT brfirman dalam surah Al-Zalzalah ayat 7 yang artinya "Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar Zarrah, niscaya dia akan melihat (Balasan) nya."
 pada dasarnya, setiap manusia diperintahkan untuk brsedekah. Bersedekah tidak harus dilakukan dalam materi (harta benda). Sedekah dapat dilakukan dalam bentuk tenaga atau perbuatan. Rasulullah SAW brsabda yang artinya sebagai berikut : "setiap ruas tulang manusia itu disedekahi (oleh pemiliknya) setiap hari. berlaku adil di antara dua orang (yang sedang berselisih) merupakan sedekah, membantu orang yang hendak menaiki tunggangannya atau memuatkan barang ke punggungnya adalah sedekah, usapan yang baik adalah sedekah, dan menyingkirkan sesuatu yang membuat sakit orang dari jalan adalah juga sedekah." (H.R. al-Bukhari dari Abu Hurairah no.2767)


  • Ilmu yang Bermanfaat

     ilmu merupakan sarana penting dalam menunjang kehidupan. orang yang berilmu akan memperoleh penghargaan dari Allah SWT. dan manusia, Allah SWT. melaknat orang yang berilmu tetapi tidak mau menyebarluaskannya. Di ibaratkan seperti pohon tanpa buah. ilmu itu akan sia-sia. ilmu sangat penting bagi kehidupan manusia. dengan ilmu, manusia dapat memengembangkan potensi dirinya yang diberikan oleh Allah SWT. selain itu, ilmu juga dapat mengangkat manusia dari derajat yang tingggi. dalam surah Al-Mujadilah ayat 11, yang artinya ".........Niscaya Allah akan mengangkat(derajat) orang-orang yang beriman di antarmu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat......" (Q.S Al-Mujadilah/ 58 : 11) 
orang yang berilmu akan mampu menangkap ayat-ayat Allah SWT. dengan demikian, ia pun akan mengakui kekuaaan Allah SWT. orang yang mampu membaca ayat ayat Allah SWT. akan menjadikan dirinya tunduk dan merasa kecil di hadapan-Nya. Allah SWT. berfirman dalam Qur'an surah Al-Fatir ayat 28 yang artinya "...........di antara hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama (orang yang mengetahui kebesaran & kekuasaan Allah SWT)........." (Q.S. Al-Fatir/35:28) dalam suatu Hadits, Rasulullah SAW. bersabda yang artinya sebagai berikut. "barangsiapa dikehendaki Allah dengan baik, dia akan memberikan kefahaman (Ilmu) kepadanya mengenai masalah agama." (H.R. Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 1719 dari Mu'awiyah)  orang yang mau mengajarkan ilmu akan memperoleh pahala dari Allah SWT. selama ilmu itu masih dimanfaatkan orang, ia akan tetap mendapatkan pahala walaupun telah meninggal dunia. Misalnya. Mengajar atau mengarang sebuah buku atau kitab yang selanjutnya dibaca orang banyak selama buku itu masih tetap dibaca dan dimanfaatkan ia akan mendapat pahala.




  •  Anak Yang Shaleh


    anak yang shaleh adalah dambaan setiap  orangtua dia selalu berbakti dan mengikuti nasihat orangtua selama tidak menuju pada maksiat. Anak shaleh selalu mendo'akan orangtuanya baik ketika orangtua masih hidup maupun sudah mati, orangtua yang mendidik anak dengan pendidikan agama, hingga anak itu menjadi anak Shaleh. pahalanya tidak akan terputus. diantara ciri anak shaleh adalah.

  1. Berbakti kepada kedua orangtua
  2. memberikan perhatian dan kasih sayang kepada orangtua apalagi setelah mereka lanjut usia
  3. bermuka manis dan tidak membantah atau berkata kasar kepada orangtua
  4. mendo'akan kedua orangtua
  5. menyambung silaturahmi dengan saudara atau teman orangtua
  6. menjaga nama baik orangtua yaitu dengan : menjaga diri dalam perjalanan, tidak mencela orangtua yang lain, melanjutkan kebaikan yang telah diperbuat orangtua, dan tidak mengikuti keburukan atau kesalahan orangtua
amal shaleh yang dikerjakan manusia harus dilandasi dengan niat yang sunggguh-sungguh dan ikhlas, amal shaleh yang tidak diniati dengan sungguh-sungguh dan ikhlas akan sia-sia. orang yang beramal shaleh dengan didasari keimanan baik laki-laki maupun perempuan kan memperoleh dari Allah SWT. balasan bagi orang yang beramal merupakan kehidupan yang baik bahkan di akhirat ia akan pahala yang berlipat, Allah SWT berfirman yang artinya sebagai berikut : "Barangsiapa mengerjakan kebajikan baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka pasti kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik, dan akan kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan" (Q.S. An-Nahl/16 : 97 ) dalam surah Al-Kahfi ayat 107-108 Allah SWT menjelaskan bahwa balasan bagi orang yang beramal Shaleh adalah syurga Firdaus mereka akan kekal di dalamnya. Iman tidak berarti tanpa diwujudkan dengan amal Shaleh, amal Shaleh harus dilakukan setiap ada kesempatan, amal Shaleh karena tidak tahu kesibukan yang akan dialami. Rasulullah SAW bersabda yang artinya sebagai berikut : "Bergegaslah kamu mengerjakan amal Shaleh sebelum kamu sibuk" (H.R. Ibnu Majah dari Jabir bin Abdullah no. 1071)




Wallahu 'alam bishowaf, mohon kritikan apabila trdapat kekeliruan........



Sedikit Kisah Nabi Musa AS.


Bertahun – Tahun setelah  keluarga Nabi Yusuf Menetap di Mesir, keturunan Bani Israil semakin berkembang. Bani Israil tinggal di Mesir di bawah kekuasaan Raja Fir’aun. Fir’aun dikenal sebagai raja yang zalim. Selain itu, dia juga sangat sombong. Dia ingin disembah oleh rakyatnya. Oleh Karena itu, dia menyiksa orng-orang yang tidak mau tunduk kepadanya. Raja Fir’aun juga memaksa orang-orang Israil menjadi Budak. Mandor yang kejam mengawasi mereka, para pemuda dipaksa untuk menarik batu-batu besar guna membangun kota-kota. Mereka juga disuruh membuat batu bata dari tanah liat, sementara itu. Para pengawas budak mencambuki mereka.
Suatu malam, Fir’aun pergi tidur seperti biasa. Dia membaringkan badannya di peraduan. Tidak berapa lama, dia pun terlelap. Namun, kali ini tidurnya tidak nyenyak seperti biasanya. Tidurnya dibayangi oleh mimpi yang sangat menakutkan. Dia bermimpi negeri Mesir terbakar habis, rakyatnya banyak yang tewas.
Fir’aun terbangun dari mimpinya yang menakutkan itu. Keringat bercucuran di dahinya. Tiba-tiba, dia merasa menggigil kedinginan , Padahal kamarnya sangat hangat. Fir’aun terduduk di tepi peraduannya memikirkan mimpinya tadi. Keesokan harinya, Fir’aun memanggil orang-orang ahli sihir di kerajaannya. Dia bertanya kepada mereka tentang arti mimpinya itu.
“Penyihirku…….!!!!” Panggil Fir’aun pada para ahli sihirnya
Lalu datanglah 3 orang penyihir Fir’aun 
“Ada apa tuanku…..??” Tanya salah salah seorang penyihir Fir’aun  mewakili yang lain.
“Apakah kalian dapat menafsirkan mimpiku malam tadi….???” Tanya Fir’aun  lagi
“Mudah-mudahan kami bisa menafsirkan mimpi tuan, apakah mimpi tuan itu…???” ujar penyihir  itu
“Mimpiku malam tadi, adalah Kerajaan kita, Kerajaan Mesir habis terbakar, banyak rakyat yang mati akibat kebakaran itu. Apakah arti mimpiku itu…??” Tanya Fir’aun  kepada para penyihirnya
Para Ahli sihirnya sibuk dalam tenungnya. Lalu salah seorang dari mereka  berkata,
Sambil berhormat.
“Wahai rajaku, aku tahu apa yang dimaksud mimpimu itu, aka nada seorang bayi laki-laki yang besar nanti akan meruntuhkan kekuasaanmu” Ujar penyihir itu  sambil tetap berhormat.
Mendengar keterangan itu Fir’aun memanggil prajuritnya “Prajuritku aku ingin engkau mengumpulkan seluruh pasukanmu lalu, bunuh setiap bayi laki-laki yang lahir dari Bani Israil…!!! Cepat…!!” perintah Fir’aun  kepada prajuritnya
“Ba…. Baik tuanku” ujar prajuritnya  ketakutan
Lalu Pasukan tentara Fir’aun Mendatangi satu per-satu rumah Bani Israil. Mereka memeriksa apakah penghuni rumah itu sedang hamil atau baru melahirkan bayi. Kalau mereka menemukan bayi laki-laki, mereka akan merampas bayi itu dan membunuhnya. Sementara itu, di sebuah keluarga Bani Israil, hiduplah seorang ibu muda yang baru melahirkan. Dia tidak mau anaknya dibunuh oleh tentara Fir’aun. Dia menangis, mohon petunjuk Allah untuk menyelamatkan anaknya.
“Ya Allah, bantulah aku agar dapat menyelamatkan anakku dari kebengisan Fir’aun” mohon ibunda  Musa kepada Allah
Kemudian, Allah memberinya ilham. Putranya yang diberi nama Musa itu dimasukkan ke dalam keranjang. Diam-diam, pada malam hari, dia menghanyutkan keranjang berisi bayi ke sungai Nil.
“Aku akan memasukkan bayiku ke dalam keranjang, dan setelah itu aku akan menghanyutkannya, ia aku akan menghanyutkanya ke sungai Nil” ujar Ibunda  Musa bersamangat.
Keesokan harinya, istri Fir’aun yang bernama Asiah  turun ke tepi sungai Nil untuk mandi. Dan Melihat sebuah keranjang ter apung-apung di atas sungai.
Diapun menyuruh para dayangnya untuk mengambil keranjang itu.
“Ambilkan keranjang itu kemari” pinta Asiah kepada dayangnya
Lalu salah satu dayangnya turun ke sungai  dan menarik keranjang itu ke tepi. Asiah duduk di samping keranjang dan membuka tutupnya. Tampak seorang bayi mungil sedang menangis. Hati Asiah tersentuh. Dia segera mengangkat bayi itu dan menggendongnya, lalu mendekap bayi itu ke wajahnya. Asiah membawa sang bayi pulang dia mengabarkan penemuannya itu kepada Fir’aun. Fir’aun  berkata, “Barangkali anak inilah yang nantinya akan meruntuhkan kerajaanku. Berikan bayi itu….!!!!!! Akan aku bunuh dia.”
“Jangan bunuh anak ini….!!! Aku saying kepadanya. Aku ingin kita menjadikannya sebagai anak angkat karena aku tidak punya anak,” uajr Asiah  dengan memelas.
Fir’aun tidak dapat berbuat apa-apa setelah mendengar ucapan Asiah. Dia akhirnya terpaksa menuruti kehendak Asiah.
“Ya sudah, kalau memang begitu keinginanmu dan yang terbaik untukmu” ujar Fir’aun kepada Asiah.
Asiah pun tersenyum kepada Fir’aun dan mengucapkan terima kasih
“Terima kasih suamiku, engkau telah membolehkan aku merawat anak ini” ujar Asiah  senang
Sejak saat itu, Musa dirawat oleh seorang pengasuh.
Banyak wanita yang ingin memelihara dan menyusuinya. Namun, Musa tidak mau menyusu kepada siapapun sehingga Asiah menjadi Khawatir.
Akhirnya, Asiah membuka kesempatan kepada para wanita untuk menjadi ibu asuh Musa.
Sementara itu, ibu Musa menyuruh putrinya Maryam, Untuk mencari tau siapa yang telah menemukan bayinya.
“Maryam, pergilah engkau nak, untuk mencari adikmu, bagaimana keadaan ia sekarang, siapa yang menemukannya. Tanyakanlah kepada penduduk sekitar sungai Nil untuk mencari keadaan adikmu sekarang nak” perintah Ibunda Musa  kepada Maryam 
Maka, pergilah Maryam untuk mendengar berita tentang adiknya. Dari berita orang-orang di sekitar sungai Nil, dia kemudian mengetahui bahwa adiknya ditemukan oleh Asiah, istri Fir’aun. Dia juga tahu bahwa istri Fir’aun sedang mencarikan  pengasuh untuk menyusui Musa. Maryam segera pulang ke rumah dan memberitahukan hal itu kepada ibunya.
“bu aku tahu, sekarang adik ada di istana Fir’aun ia ditemukan oleh istri Fir’aun Asiah, dan ibu tidak perlu khawatir jika ibu ingin melihat Musa, ibu bisa menjadi ibu susu Musa” ujar Maryam  menyampaikan kabar itu dengan ibunya.
Ibu Musa segera datang ke istana untuk melamar pekerjaan sebagai ibu asuh Musa.
“tuanku ratu, Hamba ingin melamar pekerjaan menjadi ibu asuh Musa jika tuanku ratu  berkenan” Ujar Ibunda Musa 
Asiah  menunjukkan bayi itu kepada ibunda Musa .
“Ini anaknya, silahkan kamu coba menyusuinya, selama ini banyak orang yang mencoba menyusuinya tetapi tidak ada yang cocok” ujar Asiah
Ibu Musa pun segera menggendong bayinya, dan menyusuinya. Ternyata, barulah Musa mau Menyusu. Asiah  pun menjadi lega.
“Aduh, untunglah Musa mau menyusu jika tidak, pasti Musa akan kelaparan”

Musa tumbuh menjadi seorang pangeran Mesir. Beliau mengenakan pakaian yang indah dan mahal serta belajar di sekolah kerajaan. Diapun berpakaian dan berbicara seperti layaknya orang Mesir. Namun, dia tidak pernah lupa bahwa dia keturunan Bani Israil. Musa melihat bagaimana Orang-orang Bani Israil menderita. Di mana-mana, laki-laki Bani Israil ditindas. Ada juga perempuan Bani Israil yang dipaksa untuk memebuat batu bata di bawah teriknya sengatan matahari.
“Hei, kalian cepat kerja……..!!!!!!!” bentak pengawal Fir’aun  kepada Bani Israil Sambil Mencambuki mereka.
Musa mendapati anak-anak Bani Israil berpakaian compang-camping, serta orang tua yang punggungnya penuh luka cambukkan,
Suatu hari, ketika Musa melihat dua orang laki-laki sedang berkelahi. Yang satu seorang laki-laki Mesir, sedangkan yang satu lagi seorang laki-laki Bani Israil. Musa mencoba menghentikan perkelahian itu, tapi kedua orang tadi tidak mau berhenti.
“Hei…!!! Jangan nberkelahi, jangan, berhenti…!!!” perintah Nabi Musa
 Bahkan, si laki-laki Mesir  berhasil memukul laki-laki Bani Israil. Si laki-laki Bani Israil meminta bantuan kepada Musa.
“Tuan pangeran tolong aku.....” pinta si Bani Israil dengan kesakitan
 Maka Musa lalu memukul si lelaki Mesir tadi. Musa sangat kaget, ternyata pukulannya telah membuat laki-laki Mesir tadi tewas. Laki-laki Bani Israil tadipun langsung melarikan diri.
“terimakasih tuan, saya harus kembali bekerja” ujar si Bani Israil  tadi sambil pergi
Musa sangat menyesali apa yang telah dilakukannya
“oh, ini pekerjaan setan. Sungguh, setan itu musuh yang sangat menyesatkan” sesal Musa 
“Ya Allah Ampunilah dosaku sesungguhnya aku telah berbuat aniaya” Musa  meminta ampun kepada Allah.
Allah pun mengampuni Musa, tapi Musa yakin orang-orang Mesir akan mencarinya.
Musa pun kembali Berdo’a “Ya Allha, engkau telah memberiku nikmat yang banyak jangan biarkan aku menolong orang yang berdosa lagi”   
Setelah berdo’a , Musa masuk ke Kota secara diam-diam. Hari itu, dia bisa pulang ke tempat tinggalnya dengan selamat. Beberapa hari kemudian, dia berjalan-jalan lagi, kemudian ia melihat laki-laki yang ditolongnya kemarin. Laki-laki itu kembali meminta pertolonghan musa tapi, Musa dengan tegas berkata “Sesungguhnya engkau orang yang sesat”
Kemudian, lelaki itu berkata “hai, musa apakah kau hendak membunuhku sebagaimana yang kau lakukan terhadap lelaki mesir itu” mendengar teriakan lelaki itu, Musa menjadi ketakutan. Mendadak dari arah kota datang seorang lelaki. Dia  berkata  “hai, Musa sesungguhnya para bangsawan telah sepakat untuk membunuhmu. Sebaiknya kau segera pergi dari sini” ujar Lelaki itu. Mendengar keterangan itu Musa semakin ketakutan. Lalu ia berjalan menyusuri jalan di padang pasir yang panas, dia mengembara sejauh mungkin walau tidak tau akan menuju kemana. Dia mengembara melintasi hamparan padang pasir yang ganas.
Musa berjalan tanpa lelah, rasa takutnya membuat rasa letihnya hilang entah kemana. Dia terus berjalan, takut kalau-kalau tentara Mesir berhasil mengejarnya. Setelah berjalan cukup jauh Musa sampai di sebuah kota bernama Madyan, Musa bersandar di sebuah pohon rindang, Tiba-tiba Musa  melihat serombongan orang  yang akan member minum ternaknya. Karena mata air itu hanya satu, mereka berebut untuk minum, dia antara mereka ada 4 orang wanita  yang hanya menunggu giliran karena mereka tidak berani berebut dengan para lelaki Musa pun menghampiri mereka
“Mengapa kalian disini…???” Tanya Musa 
“Ayah kami sudah tua shingga kami harus member minum ternak kami, namun ternyata kami tidak bisa memberI minum sebelum orang lain selesai ” jawab salah seorang dari mereka 
“Biarkan aku yang member minum ternak kalian, kalian tunggu saja di sana” ujar Musa  kepada mereka. Ke 4 gadis itu lalu menunggu di tempat yang teduh, setelah selesai member minum, Musa lalu mengembalakan kambing itu lalu mengembalikan kepada wanita itu, lalu Musa kembali berteduh. Sebentar setelah itu salah seorang dari wanita tadi datang dengan malu
“Ayah mengundangmu untuk datang kerumah” uajr gadis itu 
“Baiklah aku akan memenuhi undangan ayahmu”, Musa pun mengikuti wanita itu setelah tiba mereka disambut oleh ayah yang bernama Syu’aib. Beliau adalah seorang nabi. Musa lalu menceritakan kisahnya dari awal – akhir. Lalu salah seorang anak nabi syu’aib berkata “Ayah bagaimana jika Musa bekerja  membantu kita” ujar anak nabi Syu’aib
Musa pun setuju bekerja pada keluarga nabi Syu’aib, mulai hari itu Musa bekerja mengembalakan ternak keluarga Syu’aib, Musa bekerja sangat giat. Ternak berkembang dengan pesat, sehat dan gemuk.
Nabi Syu’aib  yang melihat Musa bekerja dengan rajin jadi bersimpati
“engkau bekerja sangat baik, aku sangat suka dengan pekerjaanmu,” ucap Nabi Syu’aib 
“Terimakasih, aku hanya menjalankan amanah yang kau berikan kepadaku”  jawab Musa
“ Sesungguhnya, aku memiliki harapan besar padamu.”
“ Aku ingin engkau menikahi salah satu putriku. Sebagai mas kawinnya engkau harus bekerja disini selama delapan tahun. Tapi, terserah jika engkau ingin menyempurnakannya menjadi sepuluh tahun. Aku tidak ingin menyusahkanmu.” Kata Nabi Syu’aib.
Musa menyertujui tawaran Nabi Syu’aib, Musa menikahi salah satu putri Nabi Syu’aib. selama 10 tahun dia bekerja  bekerja pada Nabi Syu’aib.
Wallahu 'alam bishowaf, mohon kritikan apabila trdapat kekeliruan........

Animisme dan Dinamisme


Pengertian :

         Animisme merupakan kepercayaan terhadap, terhadap kekuatan Roh yang mendiami benda, seperti pohon, batu, dan sungai. 
Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu benda memiliki kekuatan yang bisa mempengaruhi kehidupan manusia.
kepercayaan Animisme dan Dinamisme ini ada yang sudah berbentuk agama. Agama tersebut adalah agama Majusi atau Zoroaster. Selain itu, Animisme dan Dinamisme berbentuk penyembahan berhala atau benda-benda yang dikeramatkan. 

  • Agama Majusi atau Zoroaster
          Agama Majusi adalah agama Persia Kuno. Nama Lainnya adalah Mazdaisme. Tuhannya disebut Ahura Mazda. Pada awalnya agama Majusi mengajarkan penyembahan kepada banyak dewa.
pada tahun 660 SM, lahirlah Zoroaster. Ia mendapat tugas dari Ahura Mazda untuk membersihkan agama tersebut dari pemujaan terhadap dewa-dewa. Ia juga mengajak masyarakat untuk berjuang menegakkan kebajikan dan menentang kejahatan. oleh karena itu, agama Majusi disebut juga agama Zoroaster. Kitab suci agama Majusi adalah Avesta yang berarti pengetahuan. Kitab itu dilengkapi dengan kitab Zand Avesta yang berarti penafsiran terhadap kitab Avesta. Ahura MAzda dilambangkan sebagai api yang memberikan cahaya dan menerangi. Penghormatan terhadap Azhura Mazda dilakukan dengan penghormatan terhadap Api Suci.

  •  Penyembahan Berhala
           Penyembahan Berhala dilakukan dengan berbagai cara oleh bangsa Arab. Beberapa cara penyembahan berhala itu adalah sebagai berikut. 
  1.  para penyembah berhala berjalan mengelilingi berhala atau patung. sambil berkililing, mereka berdo'a untuk meminta pertolongan. mereka berhenti apabila berhala tersebut telah memberi tanda bahwa permintaan mereka dikabulkan. 
  2. para penyembah berhala mempersembahkan hewan kurban di hadapan berhala. kemudian, mereka mengatakan permintaannya sambil menyebut-nyebut nama berhala tersebut. Mereka meyakini bahwa permintaannya akan cepat terkabul apabila mereka menyembelih hewan kurban.
  3. para penyembah berhala mempersembahkan sesajen di hadapan berhala. Sesajen itu bisa berupa makanan, minuman, atau hasil panen. Sesajen itu ditunjukkan sebagai ucapan terima kasih kepada berhala karena memberikan keberhasilan dalam kehidupan. 
  4. para penyembah berhala memberikan sesajen di tempat-tempat yang dianggap keramat. mereka bermaksud memberikan penghormatan kepada jin atau roh nenek moyang. yang menghuni tempat itu. tempat tersebut oleh bangsa Arab disebut darahim. Jin dan roh nenek moyang biasanya mendatangi tempat itu. untu memberian petunjuk.
  5. sebagian bangsa Arab memuja Malaikat. mereka meyakini bahwa malaikat adalah anak permpuan Tuhan. mereka bersemadi dan memohon pertolongan kepada malaikat agar tujuannya tercapai. 
        Demikianlah kepercayaan bangsa Arab, pada waktu itu. mereka banyak yang terjerumus menyembah berhala. Bahkan, di sekitar Kakbah, terdapat 360 berhala. Ada beberapa berhala yang Besar. Namanya adalah Latta, Uzza, Manat, dan Hubal. Hubal adalah berhala yang paling besar. oleh karena  itu, ia dianggap sebagai pemimpin para berhala.
Wallahu 'alam bishowaf, mohon kritikan apabila trdapat kekeliruan........

Agama Samawi Atau Tauhid


Pengertian agama Samawi atau Tauhid :  

     Sebelum Islam datang, penduduk Arab menganut 2 macam kepercayaan, Yang pertama adalah kepercayaan yang bersumber dari agama Samawi atau Tauhid. Yang kedua adalah kepercayaan animisme dan dinamisme     
Agama Samawi adalah agama yang diwahyukan tuhan kepada Rasul-Nya, Agama Samawi yang dianut oleh masyarakat Arab pada masa itu adalah agama Yahudi dan Kristen.



  • Agama Yahudi
       Agama Yahudi bersumber dari ajaran Nabi Musa AS. kitab suci agama Yahudi adalah Taurat. akan tetapi, pemeluk agama Yahudi pada masa itu menyimpang agama yang diajarkan Nabi Musa. pemeluk agama Yahudi mempercayai Uzair sebagai tuhan anak, padahal, Nabi Musa As. mengajarkan bahwa Tuhan adalah Allah Yang Maha Esa. dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. selain itu mereka juga tidak percaya kenabian Isa. Padahal, Taurat menyebutkan bahwa sesudah Nabi Musa, akan datang Nabi-nabi Berikutnya. Agama Yahudi ini dianut oleh Bani Israil. Mereka menganggap dirinya sebagai bangsa yang derajatnya paling tinggi di dunia. Oleh karena itu, mereka tidak mengakui agama yang datang sesudahnya. Setelah Nabi Musa As. wafat, mereka ingkar dan menyembah patung sapi emas. Mereka menamakan patung sapi itu Yahweh dan mengangkatnya sebagai Tuhan. Kaum Yahudi ini banyak Tinggal di kota Madina. Pada waktu Nabi Muhammad SAW hijrah, mereka menjadi bagian Masyarakat Madinah yang dipimpin Nabi Muhammad SAW. 

  • Agama Kristen atau Nasrani
    Agama Kristen berasal dari ajaran Nabi Isa. Kitab suci agama Kristen adalah Injil. Sama halnya dengan pemeluk agama Yahudi, pemeluk Agama Kristen juga menyimpang dari ajaran Nabi Isa As. setelah Nabi Isa As, diangkat oleh Allah SWT, mereka meyakini bahwa Nabi Isa As, adalah anak Tuhan. selain itu, Tuhan juga mempunyai 3 bentuk. mereka meyakini bahwa Tuhan terdiri dari Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Roh Kudus, keyakinan itu disebut trinitas. oleh karena itu, mereka juga digolongkan sebagai Ahlulkitab (Orang yang beragama Yahudi atau Nasrani Yang tidak mau mengakui Islam). Mereka juga menolak kenabian Muhammad SAW. padahal, kedatangan Nabi Muhammad SAW. telah disebutkan dalam Injil. walaupun demikian ada beberapa orang yang mau mengakui kedatangan Nai Muhammad SAW. dari golongan ini. Mereka adalah Zaid bin Naufal, Waraqah bin Naufal, Umayyah bin Abi Salf dan Khalid bin Sinan, orang-orang tersebut adalah orang yang masih memegang teguh agama Kristen sesuai dengan ajaran Nabi Isa As.
Wallahu 'alam bishowaf, mohon kritikan apabila trdapat kekeliruan........

Masuknya Islam ke Indonesia


    Agama Islam mulai berkembang di Jazirah Arab, Pada tahun 622 M, mula-mula agama Islam dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, setelah beliau mendapat wahyu dari Allah SWT. kemudian agama tersebut berkembang dengan pesat, ke barat sampai Spanyol serta Timur, sampai Persia dan Gujarat. Agama Islam masuk ke Indonesia melalui Para pedaang yang berasal dari Arab, Persia, dan Gujarat (India).
Wallahu 'alam bishowaf, mohon kritikan apabila trdapat kekeliruan........