Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Jumat, 09 September 2011

Animisme dan Dinamisme


Pengertian :

         Animisme merupakan kepercayaan terhadap, terhadap kekuatan Roh yang mendiami benda, seperti pohon, batu, dan sungai. 
Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu benda memiliki kekuatan yang bisa mempengaruhi kehidupan manusia.
kepercayaan Animisme dan Dinamisme ini ada yang sudah berbentuk agama. Agama tersebut adalah agama Majusi atau Zoroaster. Selain itu, Animisme dan Dinamisme berbentuk penyembahan berhala atau benda-benda yang dikeramatkan. 

  • Agama Majusi atau Zoroaster
          Agama Majusi adalah agama Persia Kuno. Nama Lainnya adalah Mazdaisme. Tuhannya disebut Ahura Mazda. Pada awalnya agama Majusi mengajarkan penyembahan kepada banyak dewa.
pada tahun 660 SM, lahirlah Zoroaster. Ia mendapat tugas dari Ahura Mazda untuk membersihkan agama tersebut dari pemujaan terhadap dewa-dewa. Ia juga mengajak masyarakat untuk berjuang menegakkan kebajikan dan menentang kejahatan. oleh karena itu, agama Majusi disebut juga agama Zoroaster. Kitab suci agama Majusi adalah Avesta yang berarti pengetahuan. Kitab itu dilengkapi dengan kitab Zand Avesta yang berarti penafsiran terhadap kitab Avesta. Ahura MAzda dilambangkan sebagai api yang memberikan cahaya dan menerangi. Penghormatan terhadap Azhura Mazda dilakukan dengan penghormatan terhadap Api Suci.

  •  Penyembahan Berhala
           Penyembahan Berhala dilakukan dengan berbagai cara oleh bangsa Arab. Beberapa cara penyembahan berhala itu adalah sebagai berikut. 
  1.  para penyembah berhala berjalan mengelilingi berhala atau patung. sambil berkililing, mereka berdo'a untuk meminta pertolongan. mereka berhenti apabila berhala tersebut telah memberi tanda bahwa permintaan mereka dikabulkan. 
  2. para penyembah berhala mempersembahkan hewan kurban di hadapan berhala. kemudian, mereka mengatakan permintaannya sambil menyebut-nyebut nama berhala tersebut. Mereka meyakini bahwa permintaannya akan cepat terkabul apabila mereka menyembelih hewan kurban.
  3. para penyembah berhala mempersembahkan sesajen di hadapan berhala. Sesajen itu bisa berupa makanan, minuman, atau hasil panen. Sesajen itu ditunjukkan sebagai ucapan terima kasih kepada berhala karena memberikan keberhasilan dalam kehidupan. 
  4. para penyembah berhala memberikan sesajen di tempat-tempat yang dianggap keramat. mereka bermaksud memberikan penghormatan kepada jin atau roh nenek moyang. yang menghuni tempat itu. tempat tersebut oleh bangsa Arab disebut darahim. Jin dan roh nenek moyang biasanya mendatangi tempat itu. untu memberian petunjuk.
  5. sebagian bangsa Arab memuja Malaikat. mereka meyakini bahwa malaikat adalah anak permpuan Tuhan. mereka bersemadi dan memohon pertolongan kepada malaikat agar tujuannya tercapai. 
        Demikianlah kepercayaan bangsa Arab, pada waktu itu. mereka banyak yang terjerumus menyembah berhala. Bahkan, di sekitar Kakbah, terdapat 360 berhala. Ada beberapa berhala yang Besar. Namanya adalah Latta, Uzza, Manat, dan Hubal. Hubal adalah berhala yang paling besar. oleh karena  itu, ia dianggap sebagai pemimpin para berhala.
Wallahu 'alam bishowaf, mohon kritikan apabila trdapat kekeliruan........

2 komentar:

Posting Komentar