Allah SWT. Berfirman :
"Barang siapa yang berpaling dari Kitab-Ku maka baginya kehidupan yang sempit, dan kami kumpulkan dia pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS. Tha Ha 20 : 124)
Syaikh Abdurrahman As Sa'di berkata "yakni barangsiapa yang meninggalkan kitabku (Al-Qur'an) yang diingatkan dengannya itu segala bentuk tuntutan yang mulia karena sebab berpaling atau yang lebih parah dari itu, berupa ingkar dan kafir terhadap Al-Qur'an, maka balasannya adalah kehidupan yang sempit lagi susah, dan yang dimaksud dengan kehidupan yang sempit adalah berupa azab kubur. Kuburnya akan disempitkan pada jasadnya, dan dia disiksa di dalamnya. Sebagai balasan dari berpalingnya dia dari kitab Allah."
Allah SWT. Berfirman :
"Dan seorang rasul (Nabi Muhammad SAW) berkata : 'Wahai Rabbku, sesunguuhnya kaumku telah meninggalkan Al-Qur'an ini,' " (QS Al Furqan 25 : 30)
Al Imam Ibnu Katsir berkata "Allah Ta'ala berfirman menghabarkan perihal Rasul dan Nabi-Nya, Muhammad SAW. bahwa dia mengadu kepada Allah, dengan mengatakan 'Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku telah meninggalkan Al-Qur'an ini,' dikisahkan, bahwa orang-orang Musyrikin tidak mau memerhatikan dan mendengarkan Al-Qur'an," sebagaiman Firman Allah Ta'ala. "Dan orang-orang kafir berkata, ' Janganlah kalian mendengarkan Al-Qur'an ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya.' " (QS Fushsilat 41 : 20)
Maka apabila dibacakan Al-Qur'an pada mereka, mereka justru membuat kegaduhan dan ngobrol sendiri sehingga tidak mendengarkan Al-Qur'an. Perbuatan seperti ini merupakan salah satu bentuk meninggalkan Al-Qur'an. Tidak mengimani dan membenarkan Al-Qur'an termasuk juga meninggalkan Al-Qur'an. Demikian juga tidak mau merenungkan dan memahami Al-Qur'an. Tidak mau mengamalkan perintah-perintah Al-Qur'an serta menjauhi larangan yang terkadung di dalamnya, juga termasuk meninggalkan Al-Qur'an. Demikian juga bila seseorang lebih tertarik terhadap selain Al-Qur'an, bisa saja itu syair-syair, pendapat, nyanyian, permainan yang sia-sia atau obrolan, atau mengikuti sistem yang diambil dari selain Al-Qur'an, adalah termasuk meninggalkan Al-Qur'an.
Tafsir Ibnu Katsir Tentang ayat di atas :
"Kita memohon kepada Allah yang maha pengasih dan maha pemberi, yang Maha Berkuasa, melakukan apa yang dia kehendaki. Semoga membersihkan diri kita dari segala sesuatu yang mengundang Murka-Nya. Serta memberikan taufiq kepada kita untuk bisa melakukan segala sesuatu yang dia Ridhai, berupa menghafal kitab-Nya, memahaminya, serta mengamalkannya siang dan malam, sesuai yang Dia Cintai dan dia ridhai.Sesungguhnya dia maha pengasih dan maha pemberi. Amiin"
Al-Imam Ibnu Qayyim berkata "Bentuk meninggalkan Al-Qur'an ada bermacam-macam. yang Pertama Enggan mendengarkan dan tidak mau beriman serta acuh terhadap Al-Qur'an. Ke dua, mengimani serta mau membaca Al-Qur'an akan tetapi tidak mau mengamalkan isinya, ketiga, tidak mau menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber hukum dalam perkara pokok dalam agama serta cabangnya. Keempat tidak mau berusaha memahami dam mengetahui maksud dari firman Allah Ta'ala, Kelima Tidak mau menjadikan Al-Qur'an sebagai obat penyakit hati dan justru mengambil obat dari selain Al-Qur'an." (Ushulul Manhaj Al-Islamy, hal 88)
Walhasil, untuk bisa mendapatkan keutamaan besar dari Al-Qur'an Al Karim, tidaklah cukup kalau hanya sekedar membaca dan menghafalkannya, akan tetapi harus dibarengi dengan memahami maksudnya, membacanya dengan cara yang benar. Serta mengamalkannya dalam kehidupan.
Semoga catatan di atas bisa membangunkan hati yang tidur, mendorong jiwa yang malas dan memupuk rindu pada Al-Qur'an hingga tergerak hati untuk menghafal, mendalami dan mengamalkannya dan lisan pun tidak merasa jemu membacanya.
"Ya Allah, rahmatilah kami dengan Al Qur'an, karuniakanlah kami rezeki untuk gemar membaca dan mempelajari isinya serta mengamalkannya. Jadikan kami dan keluarga kami sebagai Ahli Qur'an, jadikan Al Qur'an sebagai hujjah bagi kami. Dan pemberi Syafa'at bagi kami kelak pada hari kiamat. Amiin."
Wallahu 'alam bishowaf mohon kritikan apabila terdapat kekeliruan
"Barang siapa yang berpaling dari Kitab-Ku maka baginya kehidupan yang sempit, dan kami kumpulkan dia pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS. Tha Ha 20 : 124)
Syaikh Abdurrahman As Sa'di berkata "yakni barangsiapa yang meninggalkan kitabku (Al-Qur'an) yang diingatkan dengannya itu segala bentuk tuntutan yang mulia karena sebab berpaling atau yang lebih parah dari itu, berupa ingkar dan kafir terhadap Al-Qur'an, maka balasannya adalah kehidupan yang sempit lagi susah, dan yang dimaksud dengan kehidupan yang sempit adalah berupa azab kubur. Kuburnya akan disempitkan pada jasadnya, dan dia disiksa di dalamnya. Sebagai balasan dari berpalingnya dia dari kitab Allah."
Allah SWT. Berfirman :
"Dan seorang rasul (Nabi Muhammad SAW) berkata : 'Wahai Rabbku, sesunguuhnya kaumku telah meninggalkan Al-Qur'an ini,' " (QS Al Furqan 25 : 30)
Al Imam Ibnu Katsir berkata "Allah Ta'ala berfirman menghabarkan perihal Rasul dan Nabi-Nya, Muhammad SAW. bahwa dia mengadu kepada Allah, dengan mengatakan 'Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku telah meninggalkan Al-Qur'an ini,' dikisahkan, bahwa orang-orang Musyrikin tidak mau memerhatikan dan mendengarkan Al-Qur'an," sebagaiman Firman Allah Ta'ala. "Dan orang-orang kafir berkata, ' Janganlah kalian mendengarkan Al-Qur'an ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya.' " (QS Fushsilat 41 : 20)
Maka apabila dibacakan Al-Qur'an pada mereka, mereka justru membuat kegaduhan dan ngobrol sendiri sehingga tidak mendengarkan Al-Qur'an. Perbuatan seperti ini merupakan salah satu bentuk meninggalkan Al-Qur'an. Tidak mengimani dan membenarkan Al-Qur'an termasuk juga meninggalkan Al-Qur'an. Demikian juga tidak mau merenungkan dan memahami Al-Qur'an. Tidak mau mengamalkan perintah-perintah Al-Qur'an serta menjauhi larangan yang terkadung di dalamnya, juga termasuk meninggalkan Al-Qur'an. Demikian juga bila seseorang lebih tertarik terhadap selain Al-Qur'an, bisa saja itu syair-syair, pendapat, nyanyian, permainan yang sia-sia atau obrolan, atau mengikuti sistem yang diambil dari selain Al-Qur'an, adalah termasuk meninggalkan Al-Qur'an.
Tafsir Ibnu Katsir Tentang ayat di atas :
"Kita memohon kepada Allah yang maha pengasih dan maha pemberi, yang Maha Berkuasa, melakukan apa yang dia kehendaki. Semoga membersihkan diri kita dari segala sesuatu yang mengundang Murka-Nya. Serta memberikan taufiq kepada kita untuk bisa melakukan segala sesuatu yang dia Ridhai, berupa menghafal kitab-Nya, memahaminya, serta mengamalkannya siang dan malam, sesuai yang Dia Cintai dan dia ridhai.Sesungguhnya dia maha pengasih dan maha pemberi. Amiin"
Al-Imam Ibnu Qayyim berkata "Bentuk meninggalkan Al-Qur'an ada bermacam-macam. yang Pertama Enggan mendengarkan dan tidak mau beriman serta acuh terhadap Al-Qur'an. Ke dua, mengimani serta mau membaca Al-Qur'an akan tetapi tidak mau mengamalkan isinya, ketiga, tidak mau menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber hukum dalam perkara pokok dalam agama serta cabangnya. Keempat tidak mau berusaha memahami dam mengetahui maksud dari firman Allah Ta'ala, Kelima Tidak mau menjadikan Al-Qur'an sebagai obat penyakit hati dan justru mengambil obat dari selain Al-Qur'an." (Ushulul Manhaj Al-Islamy, hal 88)
Walhasil, untuk bisa mendapatkan keutamaan besar dari Al-Qur'an Al Karim, tidaklah cukup kalau hanya sekedar membaca dan menghafalkannya, akan tetapi harus dibarengi dengan memahami maksudnya, membacanya dengan cara yang benar. Serta mengamalkannya dalam kehidupan.
Semoga catatan di atas bisa membangunkan hati yang tidur, mendorong jiwa yang malas dan memupuk rindu pada Al-Qur'an hingga tergerak hati untuk menghafal, mendalami dan mengamalkannya dan lisan pun tidak merasa jemu membacanya.
"Ya Allah, rahmatilah kami dengan Al Qur'an, karuniakanlah kami rezeki untuk gemar membaca dan mempelajari isinya serta mengamalkannya. Jadikan kami dan keluarga kami sebagai Ahli Qur'an, jadikan Al Qur'an sebagai hujjah bagi kami. Dan pemberi Syafa'at bagi kami kelak pada hari kiamat. Amiin."
Wallahu 'alam bishowaf mohon kritikan apabila terdapat kekeliruan



0 komentar:
Posting Komentar